Rabu, 4 April 2012

My Charming Girl Part 1 ~ Di Awal Hari Bahagianya Cakka

             Di pagi yang cerah itu,datanglah seorang pemuda yang kira-kira berusia 25 tahun ke tempat kerjanya dengan tepat waktu.Namanya adalah Cakka Kawekas Nuraga,dan nama panggilannya adalah Cakka.Dia adalah seorang pemuda yang kaya dan bekerja sebagai seorang manajer di sebuah perusahaan terkaya dan terbesar milik keluarganya.Di perusahaan itu,dia berposisi sebagai manajer marketing.Selain itu,Cakka pun juga berasal dari keluarga yang kaya raya.Bahkan sebahagian keluarga besarnya mempunyai banyak pengusaha terbesar yang dikelolainya.Cakka pun juga merasa beruntung,selain keluarganya mengelola banyak perusahaan,ia pun juga merasa beruntung dikarnakan ia bekerja di perusahaan terbesar milik keluarganya dan berposisi sebagai seorang manajer.


             Di sisi lain,Cakka itu juga dikenal sebagai pemuda yang baik,tulus,berhati mulia serta ikhlas untuk saling tolong-menolong dengan semua karyawan-karyawan yang bekerja di perusahaannya.Di samping itu,Cakka pun masih berstatus single alias masih bujangan.Kedua orangtuanya sangat mengharapkan Cakka agar ia bisa menemukan jodohnya dan bisa langsung menikah di usianya Cakka seperti itu.Begitupun Cakka,ia pun juga berharap suatu saat nanti ia bisa menemukan wanita idamannya dan bisa menerima dia apa adanya.Dengan begitu,Cakka dapat merasa tenang dan berbahagia disaat ia sudah menemukan wanita idaman yang ia dapatkan nanti.

******

Perusahaan Nuraga Manajemen


             Ini adalah tempat perusahaan dimana Cakka bekerja dan berposisi sebagai manajer marketing.Pada saat ia sudah datang ke tempat kerjanya itu,ia pun langsung berjalan masuk ke dalam gedung tempatnya bekerja.Sesampai ia masuk ke dalam gedung itu,ia pun disapa oleh beberapa karyawannya ketika ia terus berjalan melangkahkan kakinya ke dalam gedung itu.Cakka pun juga membalas sapaan-sapaan dari beberapa karyawan yang menyapanya.Setelah itu,ia melangkahkan kakinya berjalan menuju ke arah bahagian lift.Sesampainya di depan pintu lift ia pun mulai menekan tombol lift itu dan menunggu sesaat sampai pintu lift itu terbuka sesudah ia menekan tombol lift itu.Sesaat pintu liftnya telah terbuka ia pun segera melangkah masuk ke dalam lift itu dan menghantarnya sampai ke ruang kerjanya.Sesampai di ruang kerja,ia lansung meletakkan tas kerjanya  di atas meja kerjanya dan duduk di kursinya di dalam ruang kerjanya itu.Lalu,mulailah ia melakukan pekerjaannya dengan menandatangani dulu kertas-kertas dokumen penting yang ia harus tandatangani.


             Sesaat kemudian,seseorang telah mengetuk pintu ruangan kerjanya dari luar.Cakka menoleh ke arah pintu tersebut dan terdiam sejenak,sebelum ia mempersilahkan seseorang di luar sana untuk masuk ke dalam ruang kerjanya.Sesaat itu,barulah ia memperbolehkan seseorang itu masuk ke dalam ruangannya."Masuk!".


             Kemudian,pintu ruangannya pun telah dibuka oleh seseorang yang bekerja tidak jauh dari ruangannya Cakka,dia adalah assistennya Cakka sekaligus rekan kerjanya juga.Yah,di perusahaan ini Cakka mempunyai 2 orang assisten marketing untuk selalu membantunya bekerja menguruskan dan memperkerjakan perusahaan ini,selagi perusahaan tempat kerja mereka itu masih di pertahankan.Dia adalah Keke dan Agni,assisten marketing Cakka sekaligus rekan kerjanya juga di perusahaan itu.


             "Cakka,ada karyawan baru yang bakalan kerja di perusahaan ini.Elo kan pernah bilang ama gue dan Agni waktu itu,kalo elo membutuhkan satu orang lagi untuk dicari dan bekerja sebagai assisten marketing loe juga.Dan itu berarti,elo membutuhkan satu karyawan lagi untuk dicari,dan bekerja satu ruangan bareng gue dan Agni juga dong sebagai assisten marketing loe!Elo kan pernah bilang begitu pas elo lagi di ruangan kita waktu itu."Jelas Keke,assisten marketingnya Cakka yang seolah-olah hanya mengigatkan Cakka tentang momen pembicaraan yang pernah dikatakan Cakka kepadanya saat itu.


             "Hmmmm!Kebetulan nih kka,ada karyawan baru dateng kesini.Dia bilang dia siap kok membutuhkan lowongan pekerjaan ini.Yah itu pun kalo loenya mahu butuhin dia bekerja sebagai assisten marketing loe yang baru kka!"Lanjut Keke.


             "Loe yakin Ke dia ada disini?Ya udah suruh dia masuk!"Perintah Cakka kepadanya.Setelah itu,Keke mempersilahkan karyawan baru itu masuk ke dalam ruangannya Cakka.Dan ternyata,seorang karyawan baru yang masuk ke dalam ruangan Cakka itu adalah seorang gadis cantik berambut panjang dan lurus yang panjangnya hanya sampai setengah punggung.Saat gadis itu berjalan memasuki ruang kerjanya Cakka,Cakka menoleh ke arah gadis itu dengan tatapan takjub.


             "Wow!Cantik sekali gadis ini!Dia kelihatan manis sekali,aku tidak pernah membayangkan gadis cantik seperti dia ini sebelumnya!"Batin Cakka.


              "Cakka,yee kok elo malah bengong sih!Ini karyawan baru yang bakalan kerja di perusahaan ini.Kenapa elonya bengong pas elo nyuruh gue minta dia masuk kesini!"Tanya Keke sambil mengagetkan lamunannya Cakka.


               "Oh,nggak ada papa kok!Ya udah deh,loe kembali ke ruangan loe gih sono.Elo kan masih banyak tugas yang harus loe kerjain di ruangan loe ama Agni.Buruan gih!"Perintah Cakka seolah-olah menyuruhnya keluar dari ruangannya itu.Sedangakan Keke,yang telah di perintahkan Cakka untuk keluar dari ruangannya hanya menatap heran serta menggeleng-gelengkan kepalanya.Lalu,ia pun segera melangkah keluar dari ruangannya Cakka dan menutup pintu ruang kerjanya.


               Kemudian,di dalam ruang kerjanya Cakka,tinggalah si gadis itu alias karyawan baru yang di persilahkan oleh Keke untuk memasuki ruangan kerjanya Cakka dengan keseorangan diri tanpa ditemani bantuan dari Keke.Di dalam sana,ia hanya bisa berdiri mematungi dirinya dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun untuk berkata dari mulutnya.Cakka yang sedari tadi duduk di ruang kerjanya kini beralih kembali menatap gadis itu dengan tatapan takjubnya lagi.Dia terus saja memandangi gadis itu dari hujung kaki sampai hujung kepalanya.Dari jauh,gadis itu memiliki tubuhnya yang lumayan tinggi,kurus,putih,cantik,serta ia pun juga memiliki mata yang sipit.Kini,Cakka menjadi penasaran untuk mengetahui nama gadis itu.Cakka pun langsung berdiri dari kursi di ruang kerjanya itu lalu ia berjalan menghampiri gadis itu.


             "Maaf,jika aku boleh tahu siapa nama kamu?"Tanya Cakka to the point.

             "Namaku Oik Cahya Ramadlani pak.Panggil saja aku Oik."Jawab si gadis yang bernama Oik itu.

             "Oik,bagus juga nama kamu.Apakah kamu benar-benar sangat membutuhkan lowongan pekerjaan ini?"Tanya Cakka.

             "Benar pak.Saya benar-benar sangat mengiginkan lowongan pekerjaan ini.Apa masih ada kesempatan buat saya mandapatkan lowongan pekerjaan ini pak?"Jawab serta tanya gadis itu.

             "Tepat sekali.Kamu adalah orang pertama yang mendapatkan lowongan pekerjaan ini.Mulai hari ini,kamu aku terima bekerja sebagai assisten marketingku yang baru.Apakah bisa kamu memulai bekerja hari ini?"Jawab Cakka,lalu ia menawarkan lowongan pekerjaannya kepada gadis itu.


               Oik terdiam sejenak pada saat ia mendengar bahwa Cakka telah menawarkannya bekerja di hari pertama ini.Sebenarnya,penawarannya itu sangat berat sekali bagi Oik untuk menerimanya.Bahkan,untuk menolaknya saja Oik merasa tidak enak pada Cakka,apalagi ia pun baru mengetahuinya kalau Cakka adalah manajernya di perusahaan itu.


              "Iya pak.Saya bisa kok mulai bekerja hari ini."Akhirnya Oik pun menjawab meskipun ia menerima tawaran itu dengan berat hati.

               "Baik,kalo hari ini kamu siap memulai bekerja hari ini.Tapi,kamu nggak usah manggil aku ini dengan sebutan bapak dong!Cukup panggil aja aku Cakka.Aku ini masih bujangan.Lagipula,aku belom punya istri dan aku juga belom menikah saat ini."Jelas Cakka.

               "Oh maaf!Ca..kka!"Balas Oik,dan mencoba untuk menyebutkan namanya meskipun ia terlihat gugup.

               "Ya sudah,tidak papa.Ayo,aku anterin kamu ke ruangan kerjamu sekarang."Kata Cakka seraya tersenyum,lalu mengajak Oik untuk menghantarnya ke ruang kerjanya.


                Tidak lama kemudian,sampai sudah Cakka menghantarkan Oik ke ruangan kerjanya.Padahal,ruangan kerjanya Oik kini sudah menjadi satu ruangan dengan Keke dan Agni,assisten marketing lamanya Cakka sebelum kedatangan Oik,assisten marketing barunya sekarang.Disitulah Cakka menghantarkan Oik di ruangan kerja itu,dimana Keke dan Agni sedang melakukan tugas-tugas pekerjaan mereka disana.


                "Nah Oik,ini ruangan kerja kamu!Mulai sekarang kamu akan bekerja satu ruangan dengan mereka berdua."Kata Cakka sambil mengarahkan tangan kanannya menunjuk kepada Keke dan Agni yang sedang duduk di ruang kerjanya itu.

                "I..ini ruangan kerja saya pak!Maaf,maksud saya Ca..Cakka?"Tanya Oik gugup.

                "Iya.Kamu akan bekerja satu ruangan dengan mereka berdua.Di meja sebelah sana,itu namanya Keke.Dan di meja itu namanya Agni."Jawab Cakka sambil mengarahkan lagi tangan kanannya menunjuk ke dua-dua meja assistennya di situ.

                 "Ya sudah Oik.Aku kembali ke ruang kerjaku dulu sekarang.kalau kamu membutuhkan bantuan,minta tolong saja sama Agni dan Keke yah!"Pesan Cakka.

                  "Baik Cakka."Balas Oik singkat.

                   "Keke,Agni,tolong kalian bantuin Oik sekarang yah.Hari ini adalah hari pertamanya bekerja disini.Tolong bantu dia yah sekarang!"Pesan Cakka kepada Keke dan Agni.

                   "Baik Kka."Balas Keke dan Agni bersamaan.


                     Setelah itu,Cakka melangkah keluar dari ruangan itu sesudah ia menghantarkan Oik ke sana.Sedangkan Oik,ia menjadi kebingungan disana karna Cakka tidak menunjukkan meja kerjanya sekaligus untuk ia bekerja di ruangan itu.Ia pun juga ragu harus berbuat apa setelah Cakka menghantarnya kesana.Dan akhirnya,ia pun mencoba mengangkat bicara kepada salah satu assisten lamanya Cakka di situ serta ini pun membuat Oik menjadi lupa lagi dengan nama-nama mereka tadi,disaat Cakka sudah memperkenalkan nama mereka berdua kepadanya sebelum Cakka berlalu meninggalkan ia di ruangan itu.


                       "Maaf,dimana seharusnya meja untukku bekerja disini?Hari ini adalah hari pertamaku bekerja.Jadi,aku tidak tahu dimana meja kerja untukku bekerja disini."Kata Oik.

                        "Oh maaf!Aku hampir lupa.Itu meja kerja yang akan kamu tempati di sini.Semuanya sudah tersedia disana.Jadi kamu tinggal melakukan pekerjaan tugas hari pertama kamu bekerja hari ini."Balas Keke sambil menujukkan salah satu meja kerja yang kosong di ruangan itu.

******


                       Pada jam makan siang,semua karyawan-karyawan yang bekerja di perusahaan itu pun segera pergi beristirahat dan sudah waktunya mereka semua pergi makan siang.Begitu juga Cakka,ia pun juga ingin beristirahat dan waktunya untuk ia pergi makan siang disaat ia harus berhenti melakukan tugas-tugas kerjanya di ruang kerjanya.Sebelum itu,ia ingin bertemu dengan Oik terlebih dahulu di ruang kerjanya pada saat ia menghantarnya tadi,karena ia berniat ingin mengajak makan siang berdua dengan Oik saat ini.


@Ruang kerja Assisten Marketing.....


                     "Oik,makan siang ama kita berdua yuk!Mahu nggak?"Tawar Keke.

                     "Apa,makan siang?Hmmm....boleh deh!"Terima Oik dengan tulus.

                     "Agni,turun yuk!Kita makan siang sekarang,perut gue udah laper banget nih Ag!"Ajak Keke kepada Agni.

                     "Aduh Keke,kebiasaan deh loe!Setiap kali jam makan siang aja pasti bawaan perut loe tuh laper,laper dan laapppeeeerrrrr terus!"Omel Agni.

                     "Aduh Agni,gue serius tahu!Perut gue beneran laper nih!Udah keroncongan dari tadi Agni!"Kini Keke membalas kembali omelan dari Agni.

                      "Halah biasanya juga elo selalu kayak gini Ke.Setiap kali mahu ngajak makan siang ama gue aja,pasti loe selalu bilang begini dulu ama gue!Gue beneran laper nih!"Ledek Agni sambil mengikuti gaya bicaranya Keke.

                       "Ih..Agni,gitu deh loe ama gue sekarang.Nih perut beneran laper tahu.Udah keroncongan banget dari tadi.Jahat loe Ag,nggak kasihan banget loe ama gue sekarang."Ngambek Keke.

                      "Biarin,kalo loe mahu makan siang sekarang pergi aja sendiri.Kalo enggak,tuh makan siang ama Oik aja nih buat gantiin posisi gue yang selalu elo ajak buat makan siang bareng."Kata Agni Sinis.


     
                      Oik,yang sedari tadi melihat mereka berdua beradu bicara hanya bisa tertawa cekikikan.Tetapi,di samping itu Oik punya sedikit ide agar bisa pergi makan siang bersama-sama mereka sesuai apa yang tlah Keke tawarkan kepadanya tadi.


                     "Udah,udah!Agni,kalo kamu beneran nggak mahu makan siang sama-sama sekarang juga nggak papa kok.Aku juga laper banget sekarang,yah kalo kamu nggak mahu makan siang bareng,nggak mahu ikut juga nggak papa kok.Aku bisa kok makan berdua aja ama Keke."Kata Oik panjang lebar.


                   "Eh....jangan Ik jangan.Siapa bilang gue nggak mahu ikut makan siang bareng,apalagi diajak ama karyawan baru disini.Elo kan karyawan baru ik disini,siapa tahu lebih enak kalo diajak makan ama ngobrol dengan karyawan baru seperti loe Ik.Daripada sama dia,yang bawaannya selalu laper,tapi pas diajak ngobrol aja malah hirauinnya ke makanan melulu."Kata Agni panjang lebar.


                    "Euhh...ketiban diajak ama Oik aja,malah mahu sekarang.Tapi pas gue yang ngajakin ama ngomong duluan aja,malah nolak lue.Aneh loe Ag!"Kata Keke sedikit sebal.Sedangkan Agni,dia menjulurkan lidahnya kepada Keke dengan tanda mengejeknya.


                     Tiba-tiba,seseorang telah mengetuk pintu ruang kerja mereka.....


                     "Masuk aja nggak dikunci."Sahut Keke.Pintu ruangan kerja mereka pun telah terbuka oleh seseorang yang telah mengetuknya tadi.Dan rupanya,yang mengetuk pintu ruangan kerja mereka itu adalah Cakka.Keke,Agni dan Oik pun sedikit terkejut melihatnya,bahwa yang mengetuk pintu serta memasuki ruang kerja mereka adalah Cakka.


                    "Lho,Cakka!Ada perlu apa loe kesini?Loe nggak turun ke bawah apa makan siang?Jangan bilang loe mahu pergi ngajak makan siang ama kita bertiga yah!"Ujar Keke sok tahu.

                     "Sotoy lu Ke!"Kata Cakka sewot.

                     "Nah elu berdua pade,Keke,Agni!Sendirinya juga pada belum turun ke bawah makan siang.Ntar kalo sampe makanannya habis aja,baru pada tahu loe nanti!"Sambung Cakka.

                     "Ini kita-kita baru pada mahu turun Cakka.Tapi karna elonya udah keburu kesini,jadi...."Keke memotong kata-katanya.

                      "Nunggu gue keluar lagi gitu dari ruangan ini?"Tebak Cakka.


                      Lalu,Keke,Agni dan Oik pada saling menoleh sebentar.Setelah itu,mereka bertiga pun menggangukkan kepala masing-masing,sebagai tanda mereka menjawab iya.Dengan melihat reaksi mereka bertiga,Cakka menjadi sedikit lesu.Padahal,tujuan ia datang ke ruangan itu adalah untuk mengajak pergi makan siang bersama dengan Oik.Tetapi,pada saat ia datang ke ruangan itu,ia merasa ia tidak akan bisa mengajak Oik hanya untuk pergi makan siang berdua,apalagi ia pun tidak dapat mengatakannya di hadapan Oik jikalau ia mendapati bahwa Keke dan Agni masih berada di dalam ruangan itu.


                     "Udahlah Kka!Jujur aja deh ama kita!Pasti elo dateng ke sini itu mahu ngajakin Oik buat makan siang berdua kan ama loe!Dan loe pasti malu kan mahu bilang sekarang di depan dia karna ada kita-kita disini!"Duga Keke.


                      Mendengarkan itu,Cakka merasa sedikit terkejut mendengarkan Keke mengatakan itu.Bahkan,ia pun merasa tidak tahu sekaligus merasa heran bahwa bagaimana Keke bisa menduga serta menebaknya,Kalau Cakka ingin mengajak Oik makan siang bersama dengannya sekaligus ingin mengatakannya tanpa ada Keke dan Agni disitu.Dan kini,Cakka pun tidak tahu harus berbuat apa ketika ia masih saja berdiam diri dengan sedikit keseimbangannya di samping pintu ruang kerja itu.Akhirnya,ia pun terpaksa menggagalkan niatnya untuk mengajak Oik pergi makan siang bersama.Lalu,ia pun segera pergi dari ruangan itu dan menutup pintu ruang kerja itu.


                      "Elo sih ke,nggak ngejaga omongan loe.Si Cakkanya jadi pergi tuh gara-gara elonya nyerocos terus."Kata Agni.

                       "Kok gue yang disalahin sih Ag!Emang bener kan kenyataannya,dia itu pasti kesini mahu ngajakin Oik makan siang berdua!Emang bener kan kenyataannya?"Tebak Keke.

                       "Aduh,udah udah udah!Keke,lain kali kamu harus ngejaga sikap omongan kamu tadi dong!Cakka itu keluar dari ruangan ini kan karna dia itu tersinggung ngedenger kamu ngomong kayak tadi."Nasihat Oik.

                       "Iya deh,maaf!Janji deh nggak bakalan di ulangin lagi!"Sesal Keke kemudian.

                       Mendengar Keke berkata itu,Oik menghelakan nafasnya seketika."Ya udah,mendingan kita turun ke bawah yah sekarang."Balas Oik singkat.




@Rumah Makan Nuraga......


                     Disini adalah tempat makan dimana beberapa karyawan dari perusahaan Cakka,selalu pergi beristirahat makan siang di rumah makan ini.Di rumah makan ini,tempatnya juga terletak bersebelahan dengan gedung perusahaan Cakka bekerja.Selain itu,ianya juga terletak satu lokasi bersamaan dengan gedung perusahaan Cakka bekerja.Disitu,Keke,Agni dan Oik pun juga pergi makan siang di tempat rumah makan ini juga.


                     "Keke,Agni!Kenapa sih?Kok kalian manggilin Cakka pake nama biasa?Kenapa kalian berdua nggak panggil Cakka dengan sebutan pak Cakka?Padahal,di perusahaan itu kan dia berposisi sebagai seorang manajer."Tanya Oik panjang lebar,sambil ia menyantap makan siangnya.

                       "Oh,soal itu.Gue ama Cakka dulu pernah satu kampus di Universitas Bina Bangsa.Tapi,gue ama dia dulu ngambil berbeda jurusan waktu itu."Jawab Keke duluan.

                        "Oh iyah,tapi kok kalian bisa sama-sama bekerja di satu tempat perusahaan itu sih sekarang?Bagaimana bisa Ke?Lagipula,di perusahaan itu kan dia berposisi sebagai manajer,kamu kan assistennya.Gimana bisa kalian berdua bekerja satu tempat di perusahaan itu?"Tanya Oik ingin tahu.

                         "Soalnya,pas gue udah lulus kuliah,waktu itu kan gue udah harus mulai cari kerja tuh buat nambahin biaya kebutuhan keluarga gue.Tapi waktu itu gue rada-rada hampir putus asa saking susahnya gue nggak dapet pekerjaan waktu itu.Nah,pas gue lagi mampir ke mana waktu itu gue lihat,ada kertas pengguguman yang di tempel di papan penggugumannya di situ.Dan di kertas itu,gue masih inget kalo nggak salah sih di situ di beritahukan di cari lowongan pekerjaan ini ini ini,di jalan ini ini ini.Yah gue coba dateng aja deh ke alamat itu,siapa tahu aja gue bisa dapetin pekerjaan di tempat itu."Jelas Keke panjang lebar.

                          "Nah terus,cerita kamu bisa ketemu ama Cakka lagi jalan ceritanya bagaimana Keke?"Tanya Oik ingin lebih tahu lagi.

                          "Nah,di perusahaan ini lah gue bisa ketemu ama Cakka lagi.Tapi sebelum gue diangkat jadi assistennya Cakka,gue sempet heran juga waktu itu.Karna gue nggak nyangka kalo ternyata di perusahaan itu Cakka bekerja sebagai manajer di perusahaan itu.Nah jadi gitu ceritanya gue bisa ketemu lagi ama Cakka,setelah kita pisah dari semenjak kita udah lulus kuliah pada saat itu."Jelas Keke di akhir ceritanya.

                           "Oh gitu.Btw,dulu waktu kalian kuliah satu kampus,emangnya kamu ama dia ngambil jurusan apa emangnya Ke?"Tanya Oik lagi.

                            "Dulu waktu kita masih kuliah satu kampus,dia ngambil jurusan manajemen bisnis..Nah,sedangkan gue dulu ngambil ngambil jurusan akutansi.Tapi gue beneran nggak nyangka deh,setelah gue dapet kerja di perusahaan itu gue bisa ketemu lagi deh ama temen satu kampus gue dulu tuh,si Cakka!"Jawab Keke panjang lebar.

                             "Kalo kamu Ag,kamu sendiri kenapa manggil Cakka dengan nama panggilan biasa?Apa dulu kamu satu kampus juga ama Cakka sama seperti apa yang diceritain Keke tadi?"Pertanyaan Oik kini beralih kepada Agni.


                              Menunggu Agni menjawab pertanyaannya,ia menguyahkan sisa-sisa makanan yang ada dalam mulutnya terlebih dahulu sebelum ia menjawabnya.Setelah sisa-sisa makanannya habis ia telan menuju kerongkonggannya,ia meneguk segelas air putihnya seketika.Lalu,menarik nafas sebentar dan mulailah ia menjawab pertanyaan yang telah Oik lontarkan kepadanya tadi. 


                             "Gue ama Cakka dulu emang pernah satu kampus.Tapi disaat gue melanjutkan semester berikutnya,waktu itu gue terpaksa harus pindah ke Yogyakarta dan melanjutkan perguruan tinggi gue disana.Waktu itu,bokap gue dinas pekerjaan disana selama 4 tahun.Nah,karena bokap gue dinas kerja disana,berarti gue dan sekeluarga juga harus ikut pindah ke yogyakarta juga.Tapi gue beruntung banget gue bisa nyelesain kuliah gue disana,di tambah satu tahun awal mula gue berkuliah disini menjadi 4 tahun.Dan setelah gue udah lulus kuliah dari sana,gue diizinin ama orangtua gue untuk nyari kerja di Jakarta."Jelas Agni.


                             "Lantas,setelah kamu dapet pekerjaan di perusahaan itu,gimana ceritanya kamu bisa ketemuan ama Cakka lagi Ag disana?"Tanya Oik lagi.


                             "Karna dulu gue juga sama kayak Keke.Susah banget cari kerja disini.Untung aja sebagian saudara gue ada yang pada tinggal disini,bisa bantuin gue nyari kerja.Coba kalo enggak,mungkin nggak bakalan dapet kerja kalo nggak ada bantuan dari mereka.Di perusahaan itu aja,yang dapetin pekerjaan itu buat gue sebagai assisten marketing disana aja kan berkat bantuan dari saudara gue juga.Nah,setelah gue kerja disitu gue bisa ketemuan lagi ama Cakka,temen satu kampus gue dulu sebelum gue pindah ke yogya."Jelas Agni di akhir ceritanya.


                             "Oh begitu!"Gumam Oik.

                             "Iya ik,awalnya sih gue beneran nggak percaya kalo di perusahaan itu dia berposisi sebagai manajer.Tapi setelah gue fikir-fikir,ternyata emang bener kalo dia itu manajer di perusahaan itu,bahkan perusahaan itu aja milik keluarganya yang terkaya."Lanjut Agni.

                              "Hah!Milik keluarganya yang terkaya?Emangnya Cakka itu orang kaya yah?"Tanya Oik merasa tak percaya.

                              "Iya ik.Cakka itu orang kaya,dan sebagian keluarga besarnya juga banyak ngelolain pengusaha terbesar mereka.Tapi sayangnya ik,dia itu belom married sekarang ini.Bahkan sampai saat ini dia belom punya pacar ik.Tapi kedua orangtuanya sangat berharap banget agar dia bisa cepet nikah di usianya yang sekarang."Jawab Keke.


                              Setelah Keke menjawabkan pertanyaannya,Oik hanya menggangukkan kepalanya sebagai jawabannya.Tetapi,sesaat itu ia teringat apa yang Keke jawab tadi sama seperti apa yang telah Cakka katakan kepadanya,disaat ia datang bertemu dengan Cakka di ruangannya pada awal pagi tadi.


                           "Ya udah deh!Eh....mendingan kita balik ke ruang kerja kita aja yuk sekarang."Ajak Oik.Kemudian Keke dan Agni pun mengganguk,setelah itu mereka beranjak dari tempat makan itu dan bergegas kembali menuju ke gedung tempat mereka kerja tadi.


                            Sampai sudah Keke,Agni dan Oik kembali ke gedung perusahaan Nuraga Manajemen.Sesudah mereka masuk ke dalam sana,mereka pun melangkah berjalan menuju ke tempat lift.Setelah itu,mereka pun telah sampai memasuki ruang kerja mereka.Lalu mereka pun kembali melakukan tugas-tugas pekerjaan mereka disana.


******

                            Pada malam harinya,tepat jam 9 malam keadaan di dalam gedung perusahaan sudah tampak begitu sepi.Bahkan semua karyawan-karyawan yang bekerja di perusahaan itu pun sudah waktunya berhenti bertugas dan saatnya mereka semua pulang ke rumah mereka masing-masing.Begitu pun,Keke,Agni dan Oik pun juga sudah ingin waktunya mereka pulang ke rumah juga.Sebelum mereka keluar dari gedung itu,mereka bertiga perlu membereskan dan membenahi meja mereka terlebih dahulu sebelum mereka bertiga keluar dari ruangan kerja mereka itu.


                         "Eh Ag,ik!Gue pulang dulu yah,udah jam 9 malem nih.Gue duluan yah,yuk!"Pamit Keke setelah ia selesai membenahi meja kerjanya itu,dan langsung pergi berlalu meninggalkan Agni dan Oik yang masih sibuk membenahi meja kerja mereka itu.


                         Tidak lama setelah itu,Oik dan Agni pun selesai membenahi meja kerja mereka lalu mereka berdua pun langsung bergegas keluar dari ruang kerja mereka itu.Setelah itu,mereka terus berjalan menuju ke arah tempat lift untuk menghantarkan mereka menuju ke lantai bawah,lalu mereka pun terus melangkah keluar dari gedung.


                         "Oik gue pulang dulu yah!Gue udah di jemput tuh ama tante gue."Pamit Agni pada Oik.Oik menjawab dengan menggangukkan kepalanya.Kemudian,Agni bergegas menuju ke tempat parkiran dan langsung masuk ke dalam mobil tantenya itu.Kini,hanya Oiklah yang tinggal menunggu keseorangan diri di luar gedung perusahaan itu.Ketika ia berjalan sampai sudah menuju depan pintu gerbang,tiba-tiba sebuah mobil telah menghentikan langkahnya seketika,dan langsung memanggil namanya dari seseorang yang berada di dalam mobil itu.


                        "Oik!"panggil seseorang dari dalam mobil itu.Oik pun merasa kaget karna ia mendengar seseorang telah memanggil namanya dengan kencang.Lalu,Oik pun berbalik badan dan menoleh ingin mencari tahu asal sumber suara yang telah memanggil namanya itu.


                        "Eh Cakka.Rupanya kamu yang manggil namaku tadi.Ada apa?"Tanya Oik,setelah ia menyadari dan melihat bahwa Cakka telah memanggil namanya disaat ia sedang berada di dalam mobilnya itu.


                       "Mahu nggak aku anterin kamu pulang?Nggak baik lho kalo jam segini perempuan pulang sendirian,apalagi waktunya sudah malem begini."Tawar Cakka,sekaligus menasihati sedikit pada Oik.


                        "Nggak usah deh kka!Aku naik taxi aja deh sekarang.Nggak papa kok!"Tolak Oik dengan tulus.


                       "Udahlah ik,nggak papa kok!Biar aku anterin kamu pulang sekarang.Dari pada nanti kelamaan kamu nungguin taxi lewat sini."Tawar Cakka sekali lagi.Oik berfikir sejenak.Ia sangat ragu sekali menerima tawaran Cakka untuk menghantarnya pulang.Apalagi,ia dan Cakka pun baru saja berkenalan hari ini,di hari pertamanya Oik bekerja.


                      "Udah kka,gak usah deh!Nggak papa kok!Lagipun kita ini kan baru kenal hari ini.Lain kali aja yah aku minta anter pulang ama kamu.Aku pulang sendiri aja deh sekarang naik taxi."Tolak Oik lagi.


                      "Ya udah deh!Yakin nih kamu nggak mahu aku anter kamu pulang sekarang?"Tanya Cakka meyakinkan.

                      "Bener kka,aku nggak papa kok."Jawab Oik.Setelah itu,ia mengambil sesuatu dari dalam tas tangannya.

                       "Cakka,ini kartu alamat rumahku.Kan kita baru kenal,lagipun kamu kan juga belum tahu alamat rumahku.Alamatnya ada disitu kok."Kata Oik sambil menyerahkan kartu alamat rumahnya pada Cakka.

                      "Ini alamat rumah kamu ik?Kamu tinggalnya di perumahan apartemen yah?"Tanya Cakka seolah-olah ia kurang yakin dengan kartu alamat rumah yang di berikan oleh Oik tadi.

                      "Iya kak.Itu beneran alamat rumahku.Kok kelihatannya kamu kayak kurang percaya sih sama kartu alamat rumahku itu?"Jawab Oik.

                       "Yah bukannya gitu ik,tapi aku nggak nyangka aja.Dapet karyawan baru tapi tempat tinggalnya di perumahan apartemen."Jawab Cakka ngasal.

                        "Huh...ya udah.Aku pulang yah sekarang,taxinya udah dateng tuh."Pamit Oik dan berlalu meninggalkan Cakka disitu.

                      Tidak lama setelah itu,Cakka keluar dari dalam mobilnya dan langsung berteriak ketika langkah Oik sudah begitu cepat menjauh meninggalkannya disitu.

                       "OIK,KAPAN-KAPAN AKU BOLEH YAH MAMPIR KE APARTEMEN KAMU SEKALI-SEKALI?"Tanya Cakka sambil berteriak.

                      "BOLEH,KALO KAMU MAHU!"Teriak Oik dengan tidak kalah kerasnya.

                      "AKU PASTI AKAN MAMPIR KE APARTEMEN KAMU DI LAIN WAKTU IK!"Teriak Cakka semakin keras.


                        Dari jauh,Oik hanya tersenyum mendengar teriakkan kata-kata terakhirnya Cakka.Setelah itu,ia membuka pintu mobil taxi lalu masuklah ia ke dalam mobil taxi itu.Dan taxi yang di tumpangi Oik pun telah berjalan untuk membawa Oik pulang ke rumah apartemennya.


                      Kini,taxi itu pun sudah begitu melaju untuk membawa Oik pulang ke rumah apartemennya.Sesaat itu,Cakka lekas berlari menjauhi sedikit posisinya dari mobilnya itu.Karna taxi yang ditumpangi Oik masih terlihat di matanya,meskipun sudah terlihat menjauh dari pandangannya,kini ia berteriak semakin menjadi keras lagi."AKU AKAN DATANG KE TEMPAT KAMU IK,JIKA AKU BEBAS KAPAN PUN WAKTUNYA!!"


                     Kini taxi itu pun sudah menghilang dari pandangannya.Sesaat kemudian,Cakka pun menghelakan nafasnya sebentar.Suaranya sudah terasa serak atas ia berteriak terus-terusan tadi.Kemudian,ia pun melangkah kembali dan langsung masuk ke dalam mobilnya.


                      "Akhirnya,aku bisa menemukan alamat rumahnya Oik sekarang.Tidak dikira tempat tinggalnya dimana,meskipun dia tinggal di perumahan apartemen,yang penting aku sudah menemukan wanita idamanku sekarang.Hanya Oiklah satu-satunya wanita pilihanku."Kata Cakka dengan nada suaranya yang kembali normal lagi.

             

Tiada ulasan:

Catat Ulasan